Breaking News

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur


ARN | Jawa Timur  – PT Jasa Raharja (Persero) kembali menyerahkan santunan  kepada  ahli  waris  korban  meninggal  dunia  dalam  insiden  KM  Virgo Transport  8. Direktur  Utama  Jasa,  Muhammad  Awaluddin,  mendatangi  langsung kediaman tiga ahli waris di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (03/10/2026). 

Tiga korban yang telah teridentifikasi  tersebut  adalah Yudhiarisandi, Yudis Tri Kurniawan, dan Gondham Prakoso. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp50 juta sehingga total santunan yang diserahkan mencapai Rp150 juta. 
Penyerahan  pertama  dilakukan  kepada  Arifin, ayah almarhum  Yudhiarisandi,  di kediamannya  di  Kecamatan  Semampir,  Surabaya. Berdasarkan  data  manifest, Yudhiarisandi  tercatat  sebagai  pengemudi  ekspedisi.

Selanjutnya,  Awaluddin menyerahkan santunan kepada Bahrul Anam, ayah almarhum Yudis Tri Kurniawan, di  Kecamatan  Krembung,  Kabupaten  Sidoarjo  didampingi  oleh  Kepala  Desa Balonggarut Bapak Anang Pujiharjo.  Santunan berikutnya diserahkan oleh Awaluddin bersama dengan Kapolsek Diwek AKP  Achmad  Darul  Hudha  SH.  MH  kepada  Elok  Fitriyaningsih,  istri  almarhum Gondham Prakoso, di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Dalam kesempatan tersebut Awaluddin menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Menurutnya, penyerahan santunan secara langsung merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk memastikan hak korban dan keluarga dapat dipenuhi secara cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan.  

Awaluddin  mengungkapkan  bahwa  santunan  tentu  tidak  dapat  menggantikan kehilangan orang yang dicintai. “Namun, kami berharap santunan ini dapat menjadi bentuk kehadiran dan dukungan negara bagi keluarga yang sedang menghadapi masa duka,” ungkapnya.

Sejak proses evakuasi dimulai, Jasa  Raharja  telah  menyiagakan  petugas di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Para petugas memberikan pelayanan melalui posko  yang  telah  disiapkan,  memastikan  jaminan  bagi  korban,  serta  melakukan pendataan dan verifikasi secara paralel. 

Berdasarkan data hingga 2 Oktober 2026, sebanyak 188 orang telah dievakuasi. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia. Dari 80 korban meninggal dunia, sebanyak 63 korban telah teridentifikasi, sedangkan 17 2 
 
korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification atau DVI. Jasa Raharja telah memberikan jaminan biaya perawatan kepada 21 korban luka yang seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Selain itu, santunan telah diserahkan kepada 60 ahli waris korban meninggal dunia dan biaya penguburan kepada tiga korban. 

Ia mengatakan  proses  pencarian,  evakuasi,  dan  identifikasi  korban  masih berlangsung.  Jasa  Raharja  terus  berkoordinasi  dengan  pihak  berwenang  untuk memantau perkembangan penanganan serta memastikan hak setiap korban dapat ditindaklanjuti. 

Dalam proses penanganan tersebut, Jasa Raharja berkoordinasi dengan Tim SAR, Tim DVI, kepolisian, pemerintah daerah, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi  dilakukan  sejak  pencarian  dan  evakuasi,  proses  identifikasi,  hingga pemenuhan hak korban dan keluarga.  

“Kami akan terus hadir dan bekerja bersama seluruh pihak, bukan hanya sampai hak korban  terpenuhi,  tetapi hingga  seluruh  proses  penanganan  korban dan  keluarga dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” tutup Awaluddin.
(Red/fzl)
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - ANALISA RAKYAT NEWS | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION