ARN | BEKASI, — Menjelang tahapan penting Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Bekasi, Lurah Kumpul Sebra sekaligus calon Kepala Desa Jejalen Jaya menyampaikan permohonan doa restu kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi pada 8 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah dan warga atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan acara.
Dalam pertemuan tersebut, ia turut menyampaikan perkembangan tahapan
Pilkades serentak Kabupaten Bekasi yang kini memasuki fase akhir.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, pendaftaran calon kepala desa berlangsung pada 28 Juli hingga 6 Agustus 2026. Tahapan administrasi disebut telah dijalankan panitia di seluruh desa yang mengikuti Pilkades.
Memasuki Tahapan Penentuan Nomor Urut
Pengambilan atau pengundian nomor urut menjadi salah satu tahapan penting bagi para calon kepala desa sebelum memasuki masa menuju hari pemungutan suara.
Dalam sambutannya, calon Kepala Desa Jejalen Jaya tersebut juga menyampaikan bahwa pada 9 September 2026 akan dilakukan penetapan Penjabat Kepala Desa.
Dengan tahapan tersebut, masa baktinya sebagai Lurah Kumpul Sebra disebut akan berakhir. Ia kemudian akan kembali menjalani kehidupan sebagai warga masyarakat.
Momentum silaturahmi itu sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan harapan agar seluruh proses Pilkades dapat berjalan dengan lancar.
Ia meminta dukungan doa dari masyarakat agar seluruh tahapan yang akan dijalani dapat berlangsung aman dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Pilkades Jadi Momentum Demokrasi Desa
Pilkades serentak Kabupaten Bekasi menjadi salah satu agenda demokrasi di tingkat desa yang mendapat perhatian masyarakat.
Dalam informasi yang disampaikan, sebanyak 154 desa akan mengikuti rangkaian pemilihan.
Tahapan yang telah berjalan selanjutnya memasuki proses penentuan nomor urut calon hingga menuju hari pencoblosan.
Bagi masyarakat, tahapan tersebut menjadi momentum untuk menentukan pemimpin desa yang akan menjalankan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.
Karena itu, kelancaran seluruh tahapan, termasuk proses pencoblosan, diharapkan dapat tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta prinsip demokrasi.
Di Jejalen Jaya, permohonan doa restu yang disampaikan dalam kegiatan silaturahmi menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan berikutnya.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada pengambilan nomor urut dan tahapan selanjutnya hingga hari pemungutan suara.
(Red/fzl)

Social Header